Minggu, 31 Maret 2019

Cara Untuk Mencegah Gangguan Pencernaan

Kesehatan pencernaan merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan. Tidak sedikit orang yang merasakan gangguan pencernaan setelah makan besar atau banyak. Kebiasaan makan yang buruk dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. hal tersebut dapat terjadi karena produksi yang tidaka cukup dari enzim pencernaan. Saat mengonsumsi makanan, tubuh kita melepaskan kurang lebih 22 jenis enzim pencernaan. Enzim-enzim pencernaan tersebut membantu tubuh untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita. 

Lalu bagaimana cara untuk mencegah gangguan pencernaan dan meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan? Mari kita simak penjelasan berikut:
Pertama, mengunyah makanan dengan cukup. Salah satu bagian paling penting dari pencernaan makanan adalah mengunyah makanan. mengunyah makanan merupakan tanda dari kelenjar lidah, lambung, dan usus kecil untuk memulai melepaskan enzim pencernaan.
Kedua, mengonsumsi banyak serat setiap hari. Di zaman yang sudah canggih seperti ini seringkali kita mengkonsumsi makanan seperti junkfood serta makanan yang tinggi lemak lainnya. Makanan kaya serat dapat membantu melancarkan pencernaan serta membantu mencegah diabetes, penyakit jantung koroner, wasir, serta kanker kolorektal. 
Ketika, minum banyak air. Dengan mengonsumsi banyak air, secara otomatis air tersebut melumasi makanan di saluran pencernaan, membantu melarutkan mineral, vitamin sehingga lebih mudah diserap. Oleh sebab itu, tinja lebih lunak dan dapat mencegah sembelit.
Keempat, mengonsumsi suplemen enzim pencernaan. Orang yang kurang cukup enzim pencernaan karena pola makan yang buruk dapat menguranginya dengan mengonsumsi suplemen enzim pencernaan untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan. 

Demikian ulasan mengenai cara untuk mencegah gangguan pencernaan, semoga bermanfaat.

Souce: 
amp.kompas.com/lifestyle/read/2017/04/07/131500820/4.makanan.untuk.mengatasi.masalah.pencernaan
https://m.merdeka.com/sehat/15-makanan-terbaik-dan-terburuk-untuk-pencernaan.html
m.detik.com/health/hidup-sehat-detikhelath/d-1853392/5-cara-mencegah-gangguan-pencernaan

Minggu, 17 Maret 2019

Jenis dan Penyebab Gangguan Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan merupakan salah satu bagian paling penting dalam tubuh. Apabila sistem pencernaan manusia berfungsi dengan baik, maka tubuh akan medapatkan nutrisi secara maksimal. Namun sebaliknya, jika sistem pencernaan buruk maka nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam makanan yang di konsumsi manusia tidak bisa terserap secara maksimal. Baik atau tidaknya sistem pencernaan, memengaruhi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, menjaga sistem pencernaan merupakan sebuah keharusan dengan cara mengetahui penyebab gangguan pencernaan. 

Gangguan pada sistem pencernaan ada banyak jenisnya, mulai dari yang ringan seperti sembelit, hingga yang parah seperti kanker usus. Pada umumnya, gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh mengonsusmsi makanan yang mengandung kuman, menunda buang air besar (BAB), pola makan tidak teratur, kurang mengonsumsi makanan berserat, kurang mengonsumsi vitamin C, serta terlalu banyak mengonsumsi gula. Semua penyebab tersebut merupakan penyebab umum, karena gangguan sistem pencernaan ada banyak sehingga penyebabnya pun berbeda-beda. Oleh sebab itu, berikut akan kami paparkan jenis-jenis gangguan sistem pencernaan beserta penyebabnya.

Pertama, penyakit maag. Penyakit maag dapat terjadi karena adanya peradangan pada lambung. Hal ini dapat terjadi karena adanya luka pada lambung yang tidak segera diobati dan dapat berakibat infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Adapun gejala dari penyakit maag adalah nyeri perut bagian atas dan munth. Kedua, Diare. Diare dapat terjadi karena saluran pencernaan terinfeksi oleh bakteri, parasit, maupun virus. Penyebabnya adalah adanya infeksi usus besar dan alergi pada makanan. Adapun gejala yang timbul adalah rasa mulas, perut kembung atau kram, dan tinja encer. Ketiga, Konstipasi. Nama lain dari konstipasi adalah sembelit. Konstipasi dapat terjadi karena feses mengeras sehingga sulit dikleuarkan. Penyebabnya adalah penyerapan air pada sisa makanan yang berlebihan. Adapun gejala yang dialami ketika konstipasi adalah mengenjan saat saat buang air besar, tinja terlihat kering, keras dan menggumpal. Keempat, Kolera. Kolera merupakan penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus akibat terkena bakteri vibrio chlorelae. Gejala yang dialami ketika menderita penyakit ini adalah tiba-tiba mual, kram perut, dan dehidrasi.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai jenis dan penyebab gangguan sistem pencernaan. Jika anda mnegalami keluhan yang tidak kunjung membaik, disarankan anda segera konsultasi ke dokter.


Sumber:
www.mikirbae.com/2018/09/membuat-peta-pikiran-penyebab-gangguan.html?m=1
https://m.klikdokter.com/amp/3106758/3-masalah-perut-ini-bisa-jadi-tanda-gangguan-pencernaan
https://www.google.com./amp/s/hallosehat.com/pusat-kesehatan/nyeri-kronis/ketahui-tanda-tanda-umum-dari-gangguan-pencernaan/amp/

Gejala dan Tanda Gangguan Pencernaan


Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti banyak makan, minum obat saat perut kosong, banyak minum air, dan lain-lain. Ketika anda mengalami gangguan pencernaan, tentu perut bagian atas anda akan mengalami rasa ketidaknyamanan seperti panas layaknya sensasi terbakar, kembung, dan lain sebagainya. Selain itu, ada beberapa masalah perut yang bisa menjadi tanda bahwa anda mengalami gangguan pencernaan. Lalu gejala apa sajakah yang timbul ketika anda mengalami gangguan pencernaan? Simak penjelasannya berikut ini.

Pertama, Nyeri perut. Nyeri perut merupakan rasa sakit yang muncul diantara bagian dada dan panggul. Nyeri dapat disebabkan oleh banyak gangguan pencernaan seperti peradangan usus buntu, nyeri haid atau dismenore, batu empedu, dan lain sebagainya. selain itu, ada beberapa tanda yang terkadang menyertai kram perut, seperti buang air besar (BAB) darah atau cairan kehitaman, tidak bisa kentut dan BAB, serta banyak tanda lainnya. Kedua, perubahan buang air besar (BAB). perubahan BAB yang dimaksud disini adalah frekuensi buang air besarnya. Terkadang frekuensi buang air besar menjadi lebih sering seperti pada diare atau terkadang frekuensinya lebih jarang seperti yang terjadi pada konstipasi. Diare merupakan perubahan kotoran menjadi lunak atau berair. Diare dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, obat-obat, atau alergi makanan. Adapun konstipasi merupakan perubahan kotoran menjadi keras dan susah di keluarkan, konstipasi mudah diatasi dengan makanan tinggi serat seperti buah dan sayur. Ketiga, rasa panas pada ulu hati atau dada. Nyeri ulu hati sering dikaitkan dengan gejala umum dan masalah asam lambung atau GERD (Gastro-esophagus reflux disease). Selain keluhan tersebut, keluhan yang mungkin anda rasakan adalah rasa asam pada mulut dan produksi air liur bertambah. Ketika anda merasakan tanda seperti itu, ada baiknya anda mencoba beberapa cara yang dapat mengurangi rasa sakit seperti berbaring dengan kepala yang lebih tinggi, mengunyah permen karet, dan lain sebagainya. Namun jika GERD masih sering kambuh maka anda harus mengubah gaya hidup anda menjadi lebih sehat, seperti menghindari makanan pedas, makanan mengandung alkohol, kafein, dan lain-lain karena dapat mengiritasi lambung.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai gejala dan tanda gangguan pencernaan. Jika anda mnegalami keluhan yang tidak kunjung membaik, disarankan anda segera konsultasi ke dokter. 


Sumber:
https://m.klikdokter.com/amp/3106758/3-masalah-perut-ini-bisa-jadi-tanda-gangguan-pencernaan
https://www.friso.co.id/artikel/5-penyebab-gangguan-pencernaan-si-kecil-serta-cara-mengatasinya
https://bidanku.com/sistem-pencernaan-pada-manusia-pengertian-jenis-dan-fungsi

Mengenali Masalah Gangguan Pencernaan


Pernahkah anda mengalami gangguan masalah pencernaan? Ada banyak faktor yang menyebabkan masalah tersebut muncul, salah satunya makanan. Makanan merupakan salah satu sumber utama bagi makhluk hidup termasuk manusia. Makanan yang dikonsumsi oleh manusia akan diuraikan oleh tubuh menjadi sumber energi. Dengan energi tersebut, maka manusia bisa betahan hidup. Oleh karena itu, manusia hendaknya mengonsumsi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin, karbohidrat, mineral, lemak dan air.

Seiring perkembangan zaman, makanan-makanan mulai berkembang dan beragam, seperti contoh makanan cepat saji yang praktis. Setelah mengkonsumsi makanan cepat saji, anda mungkin akan cepat mearasa kenyang dan puas, akan tetapi setelah mengonsumsi makanan tersebut pernahkah anda mengalami sensasi panas diperut anda? Hal ini adalah tanda dari gangguan pencernaan. Apa itu gangguan pencernaan? Gangguan pencernaan adalah kondisi dimana adanya sensasi panas di bagian atas perut dan bawah tulang dada. Jika anda sering mengalami gangguan pencernaan, maka hal ini bisa jadi tanda dari masalah lain, seperti maag, penyakit empedu, dan GERD (Gastro-esophageal reflux disease). Gangguan pencernaan ini berebda dengan perut mulas. perut mulas biasanya hanya akan menyebabkan mual dan kembung. Gangguan pencernaan ini mempunyai istilah dispepsia.

Gangguan pencernaan akan lebih beresiko jika anda mengonsumsi banyak alkohol, mengonsumsi aspirin dan penghilang rasa sakit, dan memiliki kecemasan atau depresi. Pertama, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan luka pada lambung atau ulkus. Gejala yang muncul yaitu nyeri pada ulu hati, mual, dan muntah. Nyeri pada ulu hati akan memberat saat atau setelah makan. Kedua, mengonsumsi aspirin dapat menambah risiko penyakit gangguan pencernaan karena aspirin dapat menurunkan kadar postagladin lambung sehingga dinding lambung akan mengalami penipisan. Selain penipisan dinding lambung, aspirin juga dapat menyebabkan gangguan usus 12 jari, erosi lambung, ulkus, serta luka pada lambung. Ketiga, stress atau depresi dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena usus dan lambung memiliki saraf yang langsung terhubung ke otsak. Oleh sebab itu ketika anda stress maka terjadi gagguan pencernaan yang menutup aliran darah ke sistem pecernaan serta mengurangi sekresi enzim pencernaan.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai masalah gangguan pencernaan. Jika anda mnegalami keluhan yang tidak kunjung membaik, disarankan anda segera konsultasi ke dokter.


Sumber:
https://www.google.com./amp/s/hallosehat.com/pusat-kesehatan/nyeri-kronis/ketahui-tanda-tanda-umum-dari-gangguan-pencernaan/amp/
https://bidanku.com/sistem-pencernaan-pada-manusia-pengertian-jenis-dan-fungsi
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-aman-5
https://gaya.tempo.com/amp/861859/aspirin-membantu-pasien-jantung-tapi-bisa-melukai-lambung
https://m.merdeka.com/amp/sehat/stres-mampu-sebabkan-7-gangguan-pencernaan-ini.html