Kamis, 09 Mei 2019

Amankah meminum air dalam kemasan botol plastik?


Air merupakan minuman yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Begitu pula air dalam kemasan botol plastik yang sangat praktis untuk dibawa kemana-mana. Air minum dalam kemasan botol menjadi alternatif pilihan karena kemudahan dan kepraktisan wadah itu membuat penyuguhan minuman dalam kemasan plastik semakin populer, seperti pada saat rapat yang mana seringkali kita jumpai minuman botol plastik di atas meja. 


Sebuah penelitian di sembilan negara yaitu Amerika, Indonesia, Brazil, Thailand, Lebanon, Kenya, India, Meksiko, dan China yang dilakukan oleh para peneliti di New York State University, Fredonia bersama lembaga jurnalisme nirlaba, Orb Media, menemukan bahwa 93 persen botol-botol plastik air kemasan yang diuji terbukti mengintaminasi air yang ada didalamnya dengan kandungan mikroplastik. Selain itu, salah satu peneliti dari New York State University, Sherri Mason mengatakan 65 persen partikel plastik yang ditemukan adalah fragmen plastik, termasuk pula plastik yang digunakan untuk membuat tutup botol.

Lalu apakah mengonsumsi minuman yang terkontaminasi semacam ini berbahaya bagi kesehatan?

Para peneliti dalam riset tadi belum mengungkapkan apa resiko jika mengonsumsi air yang terkontaminasi plastik bagi tubuh. Akan tetapi, Mikroplastik sering ditemukan dalam ikan, kerang, hingga air keran. Namun, diyakini bahwa ada hubungan antara Mikroplastik dengan peningkatan jenis kanker tertentu, penurunan jumlah sperma, hingga meningkatnya resiko ADHD dan autisme pada anak.

Mengenai penelitian diatas, presiden CEO The International Bottled Water Assosiation, Joss Doss melalui pernyataan tertulis menuliskan bahwa penelitian tersebut tidak dilakukan dengan landasan ilmiah yang bagus. Beliau juga mengatakan bahwa penelitian itu tidak memiliki tujuan tertentu, selain menakut-nakuti konsumen. Doss menyatakan bahwa pelanggan harus tetap percaya bahwa air minum dalam botol plastik telah lolos sertifikasi US. Food and Drug Administration. "Sehingga semuanya aman untuk dikonsumsi", tegas Doss.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar